17 Feb 2010

Investasi Domba

Pak Slamet adalah karyawan yang bekerja di salah satu perusahaan yang ada di Jakarta. Pak Slamet membuka-buka website Pasar Komunitas dan tertarik untuk melakukan penggaduhan. Pak Slamet kemudian mengkontak Pasar Komunitas. Setelah mengontak dan menlakukan diskusi mengenai mekanisme gaduh yang dijelaskan di website, kemudian Pak Slamet setuju untuk mengirimkan uang sebesar 700 ribu. Pak Slamet berencana membeli satu ekor Domba Kibas.

kunjungan melihat dombaTanggal 2 Januari 2007, peternak dan Radio Komunitas anggota Pasar Komunitas membeli seekor domba untuk Pak Slamet. Domba tersebut dipelihara dan siap dikawinkan seminggu kemudian. Bulan Juni 2007, induk domba telah beranak. Anak domba pertama (D-1) berjenis kelamin betina. Pada bulan Juli 2007, induk domba dikawinkan kembali dan melahirkan anak kedua (D-2) pada bulan Januari 2008. domba pertama (D-1) adalah milik peternak dan domba kedua (D-2) adalah milik Pak Slamet.

Pak Slamet memutuskan untuk menggaduhkan kembali D-2. Pada bulan Juni 2008, D-2 sudah siap dikawinkan dan beranak pada desember 2008. Sedangkan induk domba pada tahun 2008 menghasilkan dua anak domba lagi (D-3 dan D-4). Pada Januari 2009, Pak Slamet sudah memiliki 4 domba, yaitu satu induk domba, D-2, D-4, dan calon anak dari D-2.

Juli 2009, induk domba melahirkan anak kelima yang berjenis kelamin jantan. Anak kelima ini kemudian dijual, tidak digaduhkan lagi, sehingga Pak Slamet mendapatkan 40% dari hasil penjualan. Induk domba sudah melahirkan lima kali sehingga akan dijual untuk diambil dagingnya. Induk domba ini laku seharga 500 ribu. Pak Slamet menerima uang sebesar 400 ribu, karena 100 ribu sisanya dikontribusikan kepada radio komunitas dan atau kelompok ternak atas jasa-jasanya selama dua tahun melakukan pengawasan dan pelaporan.

Anak-anak domba yang digaduhkan, D-2, D-4, anak D-2, dan seterusnya, berkembang terus-menerus sesuai dengan sistem gaduh yang sudah ada. Lima tahun kemudian Pak Slamet dengan mudah bisa menyekolahkan anaknya dari hasil menjual kambing-kambing hasil gaduh ini.

Ini kenapa di kolom Pantau Investasi sejak tgl 15 juni 2010 sampai hari ini tidak ada perkembangan info ternak terbaru ? Makasih
zainul arifin, 28 Aug 10 14:51
coba bergabung dengan pasar komunitas
kadirin, 02 Aug 10 23:25
Saya tidak punya latar belakang peternakan, saya lulus perguruan tinggi tapi saat ini sedang tidak punya pekerjaan, saya ingin sekali belajar jadi peternak domba, saya ingin cari bibit domba unggulan dari jenis ekor gemuk, apa komunitas ini bisa membantu saya?
Henny Brunner, 01 Aug 10 21:06
Administrotor, 08 May 10 16:00
Radio Lintas Merapi, 07 Feb 10 19:30
Formulir Komentar








* Wajib diisikan

Kontak Online
Ketut Sutawijaya
Unduh Dokumen
Testimoni
Ahmad Safrudin
Ahmad Safrudin
"Aku udah punya dua domba. Sekarang mau invest sapi.
..."
Informasi Terbaru tentang Investasi
15 Jun 2010
Investasi TERNAK-43
Ini domba garut yang dipelihara di Cikajang, Garut.
Ketut Sutawijaya via 202.162.34.181
15 Jun 2010
Investasi TERNAK-42
Domba ini dipelihara di Cikajang, garut
Ketut Sutawijaya via 202.162.34.181
07 Jun 2010
Investasi TERNAK-41
kambing kelihatan kurus, karna baru melahirkan anak 2 (dua)
Sumbing Inti via 114.56.170.38
07 Jun 2010
Investasi TERNAK-40
kambing di pelihara oleh bp slamet
Sumbing Inti via 114.56.170.38
28 May 2010
Investasi TERNAK-12
kambing yang sangat nakal tempat buat minum(Ngombor) malah dinjak2.
Radio Lintas Merapi via 202.173.18.156
Login