Investasi Domba
Pak Slamet adalah karyawan yang bekerja di salah satu perusahaan yang ada di Jakarta. Pak Slamet membuka-buka website Pasar Komunitas dan tertarik untuk melakukan penggaduhan. Pak Slamet kemudian mengkontak Pasar Komunitas. Setelah mengontak dan menlakukan diskusi mengenai mekanisme gaduh yang dijelaskan di website, kemudian Pak Slamet setuju untuk mengirimkan uang sebesar 700 ribu. Pak Slamet berencana membeli satu ekor Domba Kibas.
Tanggal 2 Januari 2007, peternak dan Radio Komunitas anggota Pasar Komunitas membeli seekor domba untuk Pak Slamet. Domba tersebut dipelihara dan siap dikawinkan seminggu kemudian. Bulan Juni 2007, induk domba telah beranak. Anak domba pertama (D-1) berjenis kelamin betina. Pada bulan Juli 2007, induk domba dikawinkan kembali dan melahirkan anak kedua (D-2) pada bulan Januari 2008. domba pertama (D-1) adalah milik peternak dan domba kedua (D-2) adalah milik Pak Slamet.
Pak Slamet memutuskan untuk menggaduhkan kembali D-2. Pada bulan Juni 2008, D-2 sudah siap dikawinkan dan beranak pada desember 2008. Sedangkan induk domba pada tahun 2008 menghasilkan dua anak domba lagi (D-3 dan D-4). Pada Januari 2009, Pak Slamet sudah memiliki 4 domba, yaitu satu induk domba, D-2, D-4, dan calon anak dari D-2.
Juli 2009, induk domba melahirkan anak kelima yang berjenis kelamin jantan. Anak kelima ini kemudian dijual, tidak digaduhkan lagi, sehingga Pak Slamet mendapatkan 40% dari hasil penjualan. Induk domba sudah melahirkan lima kali sehingga akan dijual untuk diambil dagingnya. Induk domba ini laku seharga 500 ribu. Pak Slamet menerima uang sebesar 400 ribu, karena 100 ribu sisanya dikontribusikan kepada radio komunitas dan atau kelompok ternak atas jasa-jasanya selama dua tahun melakukan pengawasan dan pelaporan.
Anak-anak domba yang digaduhkan, D-2, D-4, anak D-2, dan seterusnya, berkembang terus-menerus sesuai dengan sistem gaduh yang sudah ada. Lima tahun kemudian Pak Slamet dengan mudah bisa menyekolahkan anaknya dari hasil menjual kambing-kambing hasil gaduh ini.
- Ketut Sutawijaya
- Iklan
- dibaca 792x
- [14] komentar







